Guruku Pahlawanku


Guruku Pahlawanku

Guruku, Pahlawanku.

Guruku saat SD, merupakan pahlawan yang paling berharga dalam hidupku.

Bu Adriana, beliau adalah yang mengajarkan saya menulis pertama kali.
Menulis dalam artian, tulisan yang bisa dibaca.
Bukan tulisan coret – coretan.

Bu Adriana, sepertinya sudah memasuki usia 42 tahunan ketika saya di bangku SD kelas 1.
Guru yang cukup berumur, dan satu dari beberapa guru yang masih saya ingat sampai sekarang.

Bu Adriana sangat sabar sekali mengajarkan saya menulis.
Kebetulan saya tidak bisa menulis tegak & bersambung pada kelas 1 SD,
Sedangkan hampir semua teman – teman saya tidak mengalami kesulitan ketika melakukan hal tersebut.
Namun bagi saya, itulah pembelajaran yang tersulit yang saya pelajari.

Hingga membuat saya menangis dan merengek untuk menyudahi pembelajaran menulis tersebut.
Namun Bu Adriana tidak sabar dan terus memarahi saya ketika saya berhenti menulis tegak & bersambung.
Ketika anak – anak lain tidak dapat PR, saya diberi PR lebih untuk latihan terus.
Agar saya dapat menulis dengan baik & benar.

Dan pada suatu saat, saya menunjukkan hasil PR saya.
Dan Bu Adriana melihat hasilnya,
Dan Bu Adriana sangat kagum dengan hasil tulisan saya.
Dan hanya saat itulah, tulisan paling bagus yang pernah saya goreskan dengan pensil saya.

Beranjak semester 2, saya sudah mulai bisa menulis.
Namun masih berantakan, dan bukan tegak & bersambung.
Guru – guru memaklumi hal tersebut, sehingga hanya berdampak pada nilai saya.
Tapi anehnya, tidak ada guru yang mau mengajari saya lagi ketika saya kelas 2.

Tidak ada Bu Adriana lagi yang membimbing saya dalam hal menulis.
Tulisan saya kembali jelek lagi, dan hampir tidak bisa dibaca.
Berlangsung hingga saya kelas 6, semenjak tidak diajarkan oleh Bu Adriana lagi.

Dan ketika saya masuk SMP, tiba – tiba saya berubah.
Saya justru menggunakan tulisan tegak & bersambung.
Dan lalu saya mencari Bu Adriana ke SD, untuk mengucapkan Terima Kasih.
Namun agaknya saya tidak menemukan guru tersebut lagi.

Entah pensiun atau apa, saya tidak tahu.
Namun saya sangat berterimakasih kepada beliau.
Saya bisa menulis dengan tegak & bersambung akhirnya.

Dan karena keterbatasan dalam menulis itulah, saya menciptakan berbagai blog.
Dengan tujuan : Agar tulisan saya bisa dibaca, tanpa sebuah keterbatasan.
Dan karena Bu Adriana lah, saya menyukai Bahasa.
Dan strukturnya.

Terimakasih, Ibu Adriana yang telah mengajarkan saya menulis!
Salam saya dari sini, untuk ibu adriana!

Catatan : Mengapa menulis itu perlu? Karena ketika mempelajari sesuatu, kita perlu sesuatu perantara untuk mengingat suatu pembelajaran tertentu. Sehingga dengan menulislah, kita dapat mengingat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s