SingleSpeed di Kehidupan


SingleSpeed di Sepeda

Selamat sore pembaca blog, saya sore ini ingin berbagi mengenai pengalaman saya mengenai singlespeed / 1 kecepatan di sepeda.
SingleSpeed menurut sheldonbrown : Definitions

Kira – kira seperti itulah, nah menurut saya selama menggunakan singlespeed di sepeda.
Saya merasa berbeda, semua pilihan berada di tangan saya. Semua resiko ada di tangan saya.

Story : Ketika saya ingin berpergian jauh, menggunakan sepeda kesayangan saya. Dan saya hanya memiliki satu sepeda, terpaksa saya memakainya. Walaupun jauh, capai dan jenuh. Akhirnya saya berhasil mencapai tempat tujuan saya itu. Walaupun agak lebih lama.
Dengan kecepatan yang perlahan namun pasti, saya merasakan kepuasan telah mencapai tujuan saya.

Real : Dalam kehidupan, banyak rintangan dan impian yang harus di capai. Kita hanya punya 1 kekuatan (kepercayaan), jika kita percaya kita akan berhasil. Maka kita akan berhasil. Begitu pula dengan sebaliknya.
Dan ketika melewati rintangan untuk menggapai impian, kita tidak boleh terlalu terburu – buru atau bahkan terlalu lambat. Bergeraklah secara konsisten, agar kita dapat merasakan perjuangan dari setiap energi yang kita keluarkan itu.
Dan dapat menjadi sebuah pelajaran bagi diri masing – masing

Story : Ketika teman saya memiliki sepeda multi speed, ia perlu merawat secara terus menerus dibagian RD dan/atau FD. Karena itu bagian rentan dari sebuah multi speed. Cassette Sprocket, Shifter, dan kabel harus sering di cek dan dilumasi agar sistem multispeed tersebut dapat berjalan dengan sempurna. Sedangkan saya? Hanya melumasi rantai.

Real : Dalam kehidupan, setelah melewati rintangan dan impian tergapai. Kita harus mengawasi sarana yang kita gunakan itu. Ketika singlespeed menawarkan kepraktisan dan kemudahan, maka seperti halnya di kehidupan, hidup harus dibuat praktis dan mudah agar waktu yang diberikan (24 Jam/Hari) dapat digunakan secara maksimal, tidak terbuang sia – sia dalam mengurusi sarana – sarana lainnya yang menjadi keharusan agar sarana tersebut dapat berfungsi terus secara normal.

Story : Ketika saya merasa capai, namun dalam pikiran saya akan terbayang impian saya. Maka saya tidak terasa capai lagi. Karena sepeda saya memiliki kecepatan yang teratur. Berbeda dengan multi-speed yang banyak kecepatan namun justru membuat kaki pegal atau bahkan lebih jenuh daripada single speed.

Real : Ketika saya berjalan mencapai tujuan, dengan keteraturan. Maka saya tidak berasa apa – apa, hanya menganggap seperti keseharian (terbiasa).
Berbeda apabila yang berjalan tidak dalam keteraturan, mereka berjalan akan lebih cepat jenuh.

–ToBeContinued–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s